GridHype.ID — JAKARTA – Manchester United harus mengakui keunggulan Como dengan skor telak 1-4 dalam laga debut Liga Champions musim ini di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Kapten MU, Bruno Fernandes, mengungkapkan bahwa timnya terkecoh oleh taktik lawan yang tidak terduga.
Como, tim debutan di Liga Champions, tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka berhasil unggul empat gol terlebih dahulu melalui brace Nico Paz, serta masing-masing satu gol dari Tasos Douvikas dan Jacobo Ramon. Gol hiburan MU dicetak oleh Joshua Zirkzee pada masa injury time.
Skor akhir dinilai mencerminkan jalannya pertandingan, di mana MU kalah dalam penguasaan bola, kreasi serangan, dan takluk oleh pressing ketat yang diterapkan Como. Tim tuan rumah berhasil mengontrol pertandingan dengan nyaman dan membuat MU kesulitan keluar dari tekanan.
Awalnya, Manchester United mengantisipasi Como akan fokus memenuhi lini tengah dan memainkan bola ke sisi lapangan. Namun, Como justru sedikit mengubah taktiknya dengan lebih banyak bermain melalui sektor tengah lapangan.
Tim tuan rumah memanfaatkan area half-space dan pertukaran posisi yang cair antara para penyerang dan gelandangnya untuk membuka ruang. Pressing yang tidak terlalu agresif dari MU juga dinilai turut mempermudah Como dalam menerapkan strateginya.
“Kami memperkirakan Como untuk banyak menguasai bola, mencoba memenuhi tengah, menggulirkan bola melebar, lalu kembali ke tengah, dengan dua gelandang nomor 10 yang mereka selalu punya,” kata Fernandes seperti dikutip dari situs UEFA.
“Mereka menghadirkan satu gelandang tambahan, yang kami tak perkirakan. Kami kira mereka akan cenderung bermain di kanan dengan gelandang serang yang akan lebih melebar alih-alih bergerak ke tengah, seperti Nico (Paz),” lanjutnya.
Fernandes menambahkan, “Mereka sangat bermain dan nyaman saat menguasai bola. Saya kira kami tak terlalu menekan mereka atau membuat mereka merasa tertekan. Kami membiarkan mereka bermain lewat tengah dan melebar, dan untuk mengirim bola-bola tajam ke belakang pertahanan. Mereka sangat berani melakukan itu.”
