GridHype.ID — JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sedang mengkaji kemungkinan untuk mencabut FIFA Peace Prize atau Penghargaan Perdamaian yang sebelumnya diberikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pemberian penghargaan ini sejak awal telah menimbulkan kontroversi.
Donald Trump menerima FIFA Peace Prize dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Desember 2025 di Gedung Putih. Penghargaan tersebut diberikan di tengah persiapan Piala Dunia 2026, yang mana Amerika Serikat menjadi salah satu negara tuan rumah.
Pemberian penghargaan ini menuai kecaman, mengingat Donald Trump kerap disebut sebagai salah satu tokoh yang diduga memperkeruh situasi geopolitik global. Selain itu, muncul dugaan bahwa pihak FIFA sendiri tidak sepenuhnya mengetahui atau menyetujui pemberian penghargaan tersebut.
Diduga kuat, penghargaan ini merupakan inisiatif pribadi Gianni Infantino yang tidak melalui proses pengajuan dan persetujuan resmi dari Dewan FIFA. Penghargaan Perdamaian itu sendiri terdiri dari medali emas, sertifikat, dan sebuah trofi emas berbentuk bola yang digotong oleh tangan, menyerupai trofi Piala Dunia.
“Dia (Trump) berperan penting dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan ribuan nyawa,” ujar Infantino kepada Sky News pada awal 2026, merujuk pada alasan pemberian penghargaan yang justru memicu kontroversi.
Dewan FIFA dijadwalkan mengadakan pertemuan tertutup di Zurich, Swiss pada Kamis (15/10). Dalam pertemuan tersebut, Gianni Infantino tidak hadir, namun Dewan FIFA akan mempertimbangkan pencabutan FIFA Peace Prize yang diraih Donald Trump. Alasan utamanya adalah tidak adanya persetujuan dari Dewan FIFA terkait pemberian penghargaan tersebut.
Keputusan akhir mengenai apakah FIFA Peace Prize yang diterima Donald Trump akan dicabut atau tidak, akan ditentukan pada bulan Desember mendatang. Situasi ini menambah daftar tantangan bagi Gianni Infantino dalam upayanya untuk maju kembali sebagai Presiden FIFA pada pemilihan tahun 2027.
