GridHype.ID — JAKARTA – Jose Mourinho menegaskan bahwa AS Roma akan selalu memiliki tempat istimewa di hatinya. Pelatih asal Portugal itu menyatakan tidak akan pernah mengucapkan kata-kata negatif mengenai klub yang pernah ditanganinya.
Mourinho melatih AS Roma dari tahun 2021 hingga Januari 2024. Selama masa baktinya, ia berhasil membawa tim berjuluk Giallorossi tersebut meraih gelar UEFA Europa Conference League pada musim 2021/2022 dan mencapai final Liga Europa di musim berikutnya.
Meskipun akhirnya harus meninggalkan klub karena serangkaian hasil yang kurang memuaskan, Mourinho tidak menyimpan dendam. “Pergi dari sana membuat hati saya hancur. Tidak ada, dan tidak akan pernah ada, kata-kata buruk dari saya untuk Roma atau para pemiliknya. Ketika saya pergi, saya pergi dengan kesadaran yang jelas dan perasaan bahwa itu akan selalu menjadi rumah saya,” ujar Mourinho kepada Corriere dello Sport.
Mourinho mengenang sambutan hangat yang diterimanya saat pertama kali tiba di Roma. “Pada hari saya tiba, ada ribuan orang yang menyambut saya, dan saya bahkan belum melakukan apa-apa. Saya tidak pantas mendapatkannya, tapi itulah Roma,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perjuangannya untuk para penggemar AS Roma sangat berarti. “Saya berjuang untuk tifosi, saya memberikan segalanya, dan kami menjuarai kompetisi seperti Conference League, yang untuk klub yang jarang juara itu berarti sangat signifikan,” imbuhnya.
Mourinho dijadwalkan akan kembali ke Stadion Olimpico untuk menghadapi AS Roma. Kali ini, ia akan mendampingi Real Madrid dalam laga matchday 2 Liga Champions, yang akan berlangsung pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Menghadapi kembalinya ke stadion tersebut, Mourinho mengaku perlu mempersiapkan diri. “Saya harus mempersiapkan diri karena ini akan jadi pertama kalinya saya kembali ke sana tanpa dukungan fans Giallorossi. Saya tidak mengharapkan nyanyian atau spanduk, hanya respek,” tuturnya.
