— PARIS – Kerusuhan yang melanda Prancis tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik, tetapi juga berujung pada penjarahan barang-barang berharga. Di antara barang yang dilaporkan hilang adalah jersey Barcelona bertanda tangan Lionel Messi.

Gelombang demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota besar Prancis, termasuk Paris, Lyon, Marseille, dan Bordeaux, pada Sabtu (17/10/2026). Aksi yang awalnya menolak kenaikan biaya hidup ini dengan cepat berubah menjadi aksi anarkis dan penjarahan di toko-toko pinggir jalan.

Sebuah rekaman yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen penjarahan di ibu kota Prancis. Dalam video tersebut, terlihat seorang individu bertopeng membawa sebuah jersey Barcelona yang terbingkai rapi, lengkap dengan tanda tangan Lionel Messi.

Tidak hanya itu, ban kapten Barcelona dengan motif senyera atau bendera Catalunya yang juga bertanda tangan Messi dilaporkan ikut dijarah. Viralitas video penjarahan memorabilia yang terkait dengan pemain yang dijuluki ‘La Pulga’ ini menarik perhatian banyak pihak.

Nilai historis dan sepakbola dari barang-barang tersebut menjadi sorotan. Lionel Messi menghabiskan sebagian besar karier seniornya bersama Barcelona, mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, sebelum akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain pada tahun 2021.

Insiden penjarahan tidak hanya terjadi di Paris. Di Lille, kota di utara Prancis, toko resmi klub LOSC Lille juga menjadi sasaran massa. Jersey-jersey klub yang pernah diperkuat Calvin Verdonk ini dicuri setelah para demonstran memecahkan kaca jendela toko.

Lebih lanjut, dilaporkan bahwa beberapa pelaku penjarahan bahkan berani menjual kembali jersey-jersey curian tersebut melalui platform niaga-el atau e-commerce. Foto-foto yang diunggah secara daring menunjukkan label keamanan pada baju masih terpasang, menandakan status barang tersebut sebagai hasil curian.