— Lionel Messi secara resmi mengakhiri kariernya bersama Tim Nasional Argentina. Momen perpisahan ini terjadi dalam laga persahabatan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-0.

Dalam pertandingan terakhirnya membela panji La Albiceleste, pemain yang akrab disapa La Pulga ini tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan memberikan dua assist. Penampilan impresif ini menandai akhir dari perjalanan panjangnya bersama tim nasional.

Messi memulai debutnya bersama Argentina pada tahun 2005. Selama hampir dua dekade, ia telah mengukir 208 penampilan internasional, mencetak 126 gol, dan menyumbangkan 68 assist. Pencapaian individunya berpadu dengan raihan trofi bagi timnas.

Bersama Argentina, Messi berhasil mempersembahkan empat gelar bergengsi. Dua di antaranya adalah Copa America, satu trofi Piala Dunia yang sangat dinanti, dan satu gelar Finalissima.

Tak hanya itu, Messi juga memegang rekor sebagai pemain Argentina dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yaitu 34 kali. Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di setiap fase turnamen, mulai dari grup hingga final, pada Piala Dunia 2022.

Atas segudang prestasi tersebut, Messi layak disebut sebagai legenda hidup Timnas Argentina. Namun, ia memilih untuk tetap rendah hati dan menyatakan bahwa ia hanya menikmati kebahagiaan membela negaranya.

“Nikmatilah. Nikmatilah lebih banyak hal. Bahkan, saya tidak tahu apakah saya sepenuhnya menyadari semua yang telah saya capai dalam sepakbola,” ujar Messi, mengutip dari Mundo Deportivo.

Lebih lanjut, Messi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Argentina atas pengalaman yang telah dibagikan selama lebih dari 20 tahun. “Saya senang datang ke sini. Saya melakukannya selama lebih dari 20 tahun dan tidak mudah untuk pergi. Terima kasih Argentina karena telah berbagi semua tahun ini bersama saya,” tambahnya.

Pemain berusia 39 tahun ini menegaskan betapa berartinya mengenakan seragam kebanggaan negaranya. “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengenakan seragam ini dan mempertahankannya dengan sepenuh hati dan jiwa. Saya kalah, saya menang, tetapi mengenakan seragam ini adalah yang terpenting dan itulah cara saya selalu berusaha mempertahankannya,” tutupnya.