GridHype.ID — Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, menyatakan kekecewaannya atas perlakuan yang diterimanya dari wasit di lapangan hijau. Hukuman empat pertandingan yang dijatuhkan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) akibat kartu merah saat melawan Villarreal akhir pekan lalu tampaknya menjadi pemicu kekesalannya. Kartu merah tersebut ia terima setelah menjambak rambut pemain lawan, Nathan Saliba.
Skors yang dijatuhkan RFEF terdiri dari dua laga karena dianggap melakukan tindakan kasar saat tidak dalam posisi berduel, dan dua laga tambahan karena menunjukkan sikap agresif saat memprotes ofisial pertandingan. Vinicius yang terkejut dengan hukuman tersebut, kemudian menyampaikan pandangannya mengenai perlunya perlindungan lebih bagi pemain penyerang.
“Wajar jika suporter lawan mencemooh saya, karena tugas saya adalah mencetak gol ke gawang mereka. Namun, saya tidak mengerti keputusan wasit. Berdasarkan statistik, saya telah dilanggar sebanyak 500 kali, tetapi pelanggaran-pelanggaran itu hanya berujung pada lima kartu merah,” ujar Vinicius seperti dikutip dari The Guardian.
Ia melanjutkan, “Pada akhirnya, kartu kuning justru selalu diberikan kepada Vini, kepada para pemain penyerang. Kita perlu melindungi pemain-pemain yang menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam permainan, seperti Lamine Yamal di Barcelona atau Julián Álvarez di Manchester City.”
Vinicius merasa bahwa pemain bertahan seringkali dibiarkan melakukan pelanggaran terhadapnya sepanjang pertandingan, namun ia justru yang kerap mendapat kartu. “Para pemain bertahan dibiarkan melanggarku sepanjang pertandingan, tetapi pada akhirnya, justru akulah yang mendapatkan kartu,” keluhnya.
