— Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam pertandingan tandang di Liga Champions. Hasil ini semakin memperpanjang catatan minor Setan Merah saat bermain di kompetisi elite Eropa tersebut.

Bertandang ke markas Como pada Rabu (21/10/2026) malam WIB, Manchester United tidak berdaya menghadapi permainan agresif tim tuan rumah yang dilatih Cesc Fabregas. Nico Paz menjadi bintang lapangan dengan kontribusinya dalam tiga gol kemenangan Como. Pertandingan ini menunjukkan bahwa minimnya pengalaman di Liga Champions tidak menghalangi Como untuk mengalahkan tim sebesar Manchester United.

Menurut data Opta, sebelum laga ini, total penampilan pemain starter Como di Liga Champions hanya 62 pertandingan. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan 242 penampilan yang dimiliki oleh skuad Manchester United. Namun, perbedaan pengalaman yang signifikan tersebut tidak tercermin dalam performa kedua tim di lapangan.

Gol cepat yang dicetak Paz membuat Manchester United kembali kebobolan di menit-menit awal pertandingan Liga Champions musim ini. Setan Merah bahkan mencatatkan rekor sebagai tim Inggris pertama yang kebobolan dalam dua menit pertama pada dua pertandingan Eropa secara beruntun.

Nico Paz memainkan peran sentral dalam kemenangan Como. Ia terlibat langsung dalam setidaknya tiga gol ke gawang Manchester United. Pencapaian ini menjadikannya pemain termuda keempat yang berhasil melakukan hal tersebut melawan Setan Merah di Liga Champions, pada usia 22 tahun 43 hari.

Pemain asal Argentina itu juga menjadi pemain Amerika Selatan termuda kedua yang berhasil mencetak gol ke gawang Manchester United dalam kompetisi tersebut. Rekor ini hanya kalah dari Lionel Messi, yang mencetak gol pada final Liga Champions 2009 saat berusia 21 tahun 337 hari.

Como Ukir Sejarah, MU Terus Terpuruk

Kemenangan atas Manchester United menjadi catatan bersejarah bagi Como. Mereka menjadi tim Italia pertama sejak Lazio di musim 1999/2000 yang mampu memenangi dua pertandingan kandang pertamanya di Liga Champions.

Sebaliknya, Manchester United masih menghadapi kesulitan saat bermain di luar kandang. Setan Merah tercatat hanya mampu memenangi satu dari 11 pertandingan tandang terakhir mereka di Liga Champions. Dalam rentang tersebut, mereka mengumpulkan tiga hasil imbang dan tujuh kekalahan.

Catatan ini semakin menegaskan permasalahan yang dihadapi Manchester United di kompetisi Eropa. Meskipun memiliki pemain dengan pengalaman Liga Champions yang jauh lebih banyak dibandingkan Como, Setan Merah gagal menampilkan keunggulan tersebut di lapangan.

Kekalahan dari Como menjadi pekerjaan rumah besar bagi Manchester United. Sementara itu, Como semakin memupuk kepercayaan diri setelah berhasil menaklukkan klub asal Inggris tersebut dan mengukir sejarah di Liga Champions.