— AS Roma harus merasakan pahitnya kekalahan setelah sempat dua kali unggul atas Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Champions di Stadion Olimpico. Pasukan Gian Piero Gasperini akhirnya takluk dengan skor 3-4 setelah membuang keunggulan dua gol.

Pertandingan berjalan dramatis. AS Roma membuka keunggulan lebih dulu melalui Marten De Roon, namun Kylian Mbappe berhasil menyamakan kedudukan. Donyell Malen sempat membawa Roma kembali memimpin, namun Madrid bangkit dengan mencetak tiga gol dalam tujuh menit terakhir waktu normal untuk membalikkan keadaan.

Tiga gol terakhir Real Madrid tercipta dari situasi yang sama, yakni sepak pojok. Hal ini menjadi catatan penting bagi AS Roma.

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai bahwa timnya mulai menunjukkan rasa takut setelah Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-2. Menurutnya, rasa takut tersebut membuat para pemain merasa tertekan dan akhirnya kecolongan lebih banyak gol.

“Saat situasi-situasi korner, ada rasa takut dan rendahnya reaksi, yang mana belum terjadi sebelumnya. Untuk para pemain pengganti, mereka masuk dan bermain baik kok,” ujar Gasperini seperti dikutip dari Football Italia.

Gasperini menambahkan bahwa pukulan psikologis terjadi saat skor berubah menjadi 3-2. Ia menekankan pentingnya tim untuk segera membenahi masalah ini agar tidak terulang kembali. Menurutnya, tim tidak boleh merasa terbebani dengan ekspektasi untuk memenangi gelar besar.

“Kami perlu membenahi ini dan membereskannya. Tim ini tak boleh merasa bahwa mereka itu semacam perlu memenangi Liga Champions, titel liga, atau apapun yang lainnya,” jelasnya.

“Tim ini perlu mengekspresikan diri. Kalau kebobolan satu gol, jangan biarkan moral turun drastis,” tutup Gasperini.