— JAKARTA – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, meredam potensi drama yang muncul akibat kekecewaan Vinicius Jr. saat ditarik keluar dalam pertandingan melawan AS Roma di Liga Champions, Kamis (15/10). Mourinho menegaskan bahwa reaksi pemainnya tersebut adalah hal yang wajar.

Vinicius Jr. menunjukkan ketidakpuasan saat diganti dalam pertandingan tersebut. Pemain muda itu juga dinilai turut bertanggung jawab atas gol kedua AS Roma yang tercipta setelah umpan tumitnya di tengah lapangan berhasil diputus lawan dan berujung serangan cepat. Pelatih Jose Mourinho terlihat geram melihat keputusan Vinicius melakukan umpan tumit tersebut.

Kekesalan Vinicius saat ditarik keluar bukanlah pemandangan baru. Sebelumnya, ia juga pernah menunjukkan reaksi serupa ketika dilatih oleh Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa.

Dilansir dari Marca, Jose Mourinho berupaya agar insiden tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ia menyatakan bahwa situasi tersebut baik-baik saja.

“Wajar jika dia tidak senang. Jika dia melakukan apa yang sering dilakukan pemain lain, seperti melempar botol air, saya tentu tidak akan menyukainya. Rasa frustrasi adalah hal yang wajar, tetapi setelah pertandingan, dia sangat senang dengan kemenangan tersebut,” ujar Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu menekankan bahwa reaksi Vinicius saat meninggalkan lapangan tidak seharusnya dianggap sebagai masalah kedisiplinan. Menurutnya, wajar bagi seorang pemain untuk tetap ingin berada di dalam lapangan dan berjuang.

“Seorang pemain harus berusaha mengendalikan emosinya. Saya pun pernah harus melakukan hal yang sama saat bermain di sini, di stadion tim asal kota kelahiran saya, di tengah orang-orang yang saya cintai. Seorang pemain harus memiliki kemampuan tersebut, dan secara keseluruhan, dia menanganinya dengan sangat baik,” jelasnya.

Meskipun sempat geram dengan umpan tumit Vinicius, Mourinho juga mengakui bahwa taktik pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, yang membuat para pemainnya lebih menekan menjadi titik lemah Real Madrid pada pertandingan tersebut.

“Babak pertama adalah buah dari kecerdikan Gasperini, dan itu adalah hal yang positif. Itu bukan kesalahan Vinicius, itu adalah keberhasilan Gasperini,” tutupnya.