— JAKARTA – Erik ten Hag mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap Manchester United terkait keputusan klub menjual gelandang Scott McTominay ke Napoli pada bursa transfer musim panas 2024. Ten Hag merasa kesepakatan yang telah terjalin dilanggar oleh manajemen klub.

Pelatih asal Belanda ini, yang menangani MU sejak 2022 sebelum akhirnya dipecat pada Oktober 2024, sempat menandatangani perpanjangan kontrak dengan MU pada musim panas 2024. Dalam negosiasi perpanjangannya, Ten Hag mengajukan permintaan agar McTominay tidak dijual.

Namun, keinginan Ten Hag tidak terwujud. McTominay, gelandang asal Skotlandia, akhirnya dilego ke Napoli dengan nilai transfer sebesar 30,5 juta euro pada bursa transfer yang sama. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi Ten Hag, yang merasa janjinya sebagai pelatih tidak ditepati.

“Saya tidak akan melanjutkan (kontrak) dengan hanya satu tahun tersisa. Jadi saya katakan, ‘Saya butuh satu tahun lagi dan kita harus melakukannya bersama’. Mereka menjanjikan kesetiaan, mereka menjanjikan dukungan, mereka menjanjikan komunikasi, bahwa kami selaras. Kami bicara soal masalahnya. Tapi janji-janjinya, mereka melanggarnya,” ujar Ten Hag kepada The Athletic.

Ten Hag secara spesifik menyoroti penjualan McTominay sebagai alasan kekecewaannya. “Itulah kenapa saya kecewa,” tegasnya.

Ia menceritakan bahwa kesepakatan lisan telah tercapai saat mereka berada di Ibiza. “Di Ibiza, kami sepakat. Saya bilang, ‘Jangan jual Scott McTominay’. Kami akan sejalan di bursa transfer. Saya berargumen, alasannya: kami tidak punya kemampuan mencetak gol. Scott punya itu dan mentalitas yang hebat. United mengalir di darahnya.”

“Jadi ketika mereka mengangkat topik ini, saya bilang ‘Tidak’. Dan pada akhirnya mereka menjualnya. Saya, tentu saja, sangat malu dan kecewa,” pungkasnya.