— Bek kiri Lille, Romain Perraud, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya saat timnya bertandang ke markas Arsenal dalam lanjutan Liga Champions. Meskipun sempat digantikan oleh Calvin Verdonk, pemain keturunan Indonesia, Perraud mengaku kewalahan menghadapi gempuran lini serang Arsenal.

Pertandingan yang digelar di Emirates Stadium, London, pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kekalahan telak 0-3 bagi tim tamu.

Perraud yang dimainkan sejak awal pertandingan merasa lini pertahanan Lille, khususnya di sisi kirinya, kerap terekspos oleh serangan Arsenal. Ia menyebut nama-nama seperti Noni Madueke, Mikel Merino, Jurien Timber, hingga Viktor Gyokeres yang secara bergantian meneror pertahanannya.

“Ya, memang sulit. Ini tim yang menurunkan banyak pemain. Selalu ada pemain di antara barisan, pemain di sayap, dan pemain yang maju ke depan,” kata Perraud, seperti dikutip dari Le Petit Lillois.

Ia menambahkan, “Saya berusaha bertahan, menghadapi segala upaya lawan untuk menghalangi jalur saya. Kini ada pemain-pemain yang sangat bagus di lini depan.”

Perraud mengakui ada momen-momen di mana ia merasa situasinya menguntungkan, namun tak jarang pula ia merasa kurang beruntung. “Ada saat-saat di mana situasinya bagus. Ada juga saat-saat di mana mungkin situasinya sedikit kurang menguntungkan. Tapi kami harus tetap tegar dan kembali bertarung,” ujarnya.

Akibat tekanan yang terus menerus, pelatih Lille, Davide Ancelotti, memutuskan untuk mengganti Perraud pada menit ke-78. Posisinya kemudian diisi oleh Calvin Verdonk, yang sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pemain keturunan Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions.

Verdonk bermain selama 12 menit di sisa pertandingan dan berhasil membantu timnya menahan gempuran Arsenal agar tidak kembali kebobolan.