GridHype.ID — JAKARTA – Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik tajam terhadap sikap kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Menurut Carragher, perilaku Fernandes dinilai sangat buruk dan merugikan tim, terutama setelah kekalahan MU dari Como dengan skor 1-4 dalam lanjutan Liga Champions.
Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Manchester United yang belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua ajang, dengan rincian empat kekalahan dan tiga imbang. Pasca pertandingan, Fernandes secara terbuka mengkritik taktik Michael Carrick, menyoroti kesalahan staf kepelatihan terkait instruksi pressing.
Carragher menyayangkan sikap Fernandes tersebut. “Kami mengatakan bahwa Lisandro Martinez benar-benar keterlaluan karena mengkritik hierarki klub (pekan lalu),” ujar Carragher di CBS Sports. “Kali ini Bruno Fernandes melakukannya dan itu memalukan. Musim lalu dia adalah Pemain Terbaik (Premier League). Itu berkat Michael Carrick yang datang sebagai manajer. Dia tidak akan mendapatkan penghargaan itu tanpa Carrick. Carrick mengembalikannya ke posisi yang seharusnya.”
Carragher menilai sikap dan cara Fernandes bertindak tidak dapat dibenarkan. “Sikap dan caranya bertindak sama sekali tidak benar. Dia bereaksi seperti itu karena diganti dan merasa dipermalukan oleh manajer malam ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Carragher mengungkapkan bahwa baik Manchester United secara umum maupun Bruno Fernandes secara khusus, tidak mampu menampilkan performa terbaik. Ia menggambarkan Fernandes berlarian di lapangan tanpa arah yang jelas. “Ketika dia berbicara tentang pressing, baik itu man-to-man atau zonal, selama bertahun-tahun, Bruno Fernandes berarti Manchester United tidak bisa melakukan pressing,” ungkap Carragher.
Carragher juga menyoroti bagaimana aksi Fernandes yang terlihat seperti berlarian tanpa tujuan dapat disalahartikan sebagai kerja keras. “Dia berlarian ke sana kemari seperti anak kecil di halaman sekolah untuk fans. Mereka semua orang mengira dia bekerja keras, padahal tidak. Dia malah merugikan tim dengan melakukan itu.”
Sebagai perbandingan, Carragher mengingatkan kembali sosok Bryan Robson, kapten legendaris Manchester United di era 1981-1994. Menurutnya, Robson tidak pernah menjatuhkan rekan setim atau manajer di saat klub menghadapi situasi sulit. “Dia tidak bermain di era yang sukses di Manchester United, tetapi bertahun-tahun yang lalu ada seorang kapten bernama Brian Robson, salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk Man Unitedd,” kata Carragher.
“Brian Robson tidak bermain untuk tim yang memenangkan liga atau piala Eropa setiap tahun. Brian Robson masih dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk klub ini. Brian Robson tidak pernah menjatuhkan manajer atau pemain lain, terus berjuang untuk Manchester United,” tegasnya.
