— JAKARTA – Kebugaran dan performa optimal seorang pesepakbola tidak hanya ditentukan oleh jarak tempuh di lapangan, melainkan juga bagaimana mereka mengelola intensitas permainan. Rahasia ini diungkapkan oleh Juanjo Brau, fisioterapis yang telah mengabdi selama 25 tahun di Barcelona, terkait Lionel Messi dan kini juga diterapkan untuk talenta muda, Lamine Yamal.

Brau menceritakan pengalamannya saat Barcelona menghadapi Paris Saint-Germain pada tahun 2013. Lionel Messi dilaporkan merasakan ketidaknyamanan pada kakinya dan meminta saran dari Brau. “Ada satu cerita menarik dari laga Liga Champions melawan PSG. Saat itu, dia merasa sangat tidak nyaman dan meminta pendapat saya karena dia ingin membantu tim,” ujar Brau kepada Cadena SER.

Menanggapi kekhawatiran Messi, Brau memberikan saran strategis. “Saya menyarankan kepada Leo untuk hanya berlari pada momen-momen yang tepat, tidak perlu berlari di setiap kesempatan,” jelasnya. Messi pun menerapkan saran tersebut, memanfaatkan kecepatannya yang luar biasa hanya pada situasi-situasi krusial yang membutuhkan sprint.

Kini, Brau melihat kemiripan antara Messi dan Lamine Yamal. Ia memberikan nasihat serupa kepada tim pelatih Barcelona mengenai pengelolaan intensitas permainan Yamal. Brau menekankan bahwa permainan fisik dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko cedera di kemudian hari.

“Lamine mirip dengan Leo. Mereka adalah pemain yang sangat menentukan dan memiliki kemampuan kognitif tinggi, sehingga mereka selalu sangat fokus pada setiap situasi di lapangan,” terang Brau. Ia menambahkan bahwa sepak bola modern tidak melulu soal jarak tempuh, tetapi aksi berintensitas tinggi yang sangat bergantung pada sprint.

“Anda tidak mungkin bisa terus-menerus melakukan itu selama 90 menit,” paparnya lebih lanjut. Brau menekankan pentingnya pemain untuk menjaga diri sendiri dan tim pelatih untuk mengelola menit bermain mereka. “Sebab yang pasti, pemain harus bugar agar bisa meraih kemenangan,” tutupnya.

Strategi ini terbukti efektif, mengingat Messi hingga kini masih mampu tampil bugar di usia yang tidak muda lagi dan jarang mengalami cedera serius.