— JAKARTA – Arsenal harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Bayern Munich dalam lanjutan Liga Champions yang digelar di Allianz Arena, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Meski mampu membawa pulang satu poin, skuad Meriam London menyimpan rasa kecewa karena target kemenangan tidak tercapai.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol Eberechi Eze pada menit ke-25. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Alphonso Davies menyamakan kedudukan untuk Bayern pada menit ke-35.

Memasuki babak kedua, Bayern Munich berbalik unggul 2-1 berkat gol penalti Harry Kane di menit ke-61. Arsenal menunjukkan semangat pantang menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Declan Rice pada menit ke-82, yang memastikan kedua tim harus berbagi poin.

Berdasarkan catatan Whoscored, Arsenal mendominasi penguasaan bola dengan 54 persen. Namun, dalam hal jumlah percobaan ke gawang, kedua tim sama-sama melepaskan lima tembakan.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan bahwa timnya bisa menerima hasil imbang ini, namun tidak sepenuhnya puas. Ia menekankan bahwa sejak awal, tim telah mempersiapkan diri untuk meraih kemenangan dan menunjukkan mentalitas untuk tampil dominan.

“Kami bisa menerima hasil imbang ini, tetapi bukan berarti kami benar-benar puas. Kami mempersiapkan tim untuk memenangkan pertandingan. Hal itu sudah terlihat sejak awal, dari mentalitas dan tujuan kami untuk tampil dominan serta menyulitkan Bayern,” kata Arteta mengutip situs resmi Arsenal.

Arteta menambahkan bahwa timnya sempat bermain baik dan dominan di awal laga hingga berhasil mencetak gol. Ia juga menyoroti cedera yang dialami Bukayo Saka sebagai pukulan besar, namun penggantinya, Eze, mampu tampil baik.

“Kami menekan mereka, terus menyerang, dan menjadi tim yang lebih baik selama 20 hingga 25 menit pertama hingga berhasil mencetak gol. Sayangnya, Bukayo mengalami cedera yang menjadi pukulan besar bagi kami. Namun, Eze masuk menggantikannya dan tim tetap bermain dengan cara yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arteta memuji mentalitas para pemainnya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal. Ia melihat ambisi besar dari para pemain untuk terus mencari gol kemenangan.

“Ketika kami tertinggal, tim menunjukkan ketenangan dan semangat luar biasa untuk terus berjuang dan menyerang. Para pemain pengganti yang masuk juga memberikan dampak positif,” ujar Arteta.

Ia menegaskan bahwa reaksi pemain setelah mencetak gol penyeimbang menunjukkan keinginan kuat untuk segera kembali menyerang dan memenangkan pertandingan. “Setelah mencetak gol, kalian bisa melihat reaksi para pemain kami. Mereka segera mengambil bola, ingin kembali menyerang, dan berusaha mencetak gol lagi untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.