— JAKARTA – Rentetan hasil minor terus membayangi Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick. Kekalahan telak 1-4 dari Como dalam lanjutan Liga Champions menjadi puncak kekecewaan, membuat Setan Merah gagal meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir di berbagai kompetisi, dengan catatan empat kalah dan tiga imbang.

Situasi ini tak pelak memicu kritik, bahkan datang dari dalam tim. Bruno Fernandes, salah satu kapten tim, secara terbuka menyayangkan keputusan staf kepelatihan yang dinilainya tidak menginstruksikan taktik man-to-man pressing saat menghadapi Como.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah ada pemain yang membuatnya kecewa terkait performa tim, Carrick dengan tegas membantah adanya masalah pribadi. Ia menekankan bahwa fokus utama adalah pada klub dan upaya kolektif dalam permainan sepak bola.

“Ya, saya tidak menganggap ini sebagai masalah pribadi. Semuanya berkaitan dengan klub ini, mulai dari apa yang kami lakukan, sikap kami, bagaimana kami bermain, hingga cara kami menjalankan tugas,” ujar Carrick, mengutip dari situs resmi MU.

Carrick menambahkan bahwa yang terpenting adalah tanggung jawab setiap individu untuk mewakili klub. “Saya memang berada di posisi ini, tentu saja, dan saya menjalankannya dengan penuh rasa bangga karena mendapat kehormatan tersebut. Namun, yang terpenting adalah klub ini, apa yang kami perjuangkan, dan para suporter,” tuturnya.

Lebih lanjut, Carrick mengungkapkan kekecewaannya tidak hanya sebatas jumlah gol yang bersarang di gawang timnya. “Sejujurnya, masalahnya bukan hanya soal gol yang bersarang di gawang kami. Lebih dari itu, cara kami bermain dalam beberapa momen dan bagaimana kami menjalani pertandingan benar-benar sulit untuk saya saksikan,” pungkasnya.