— Lionel Messi secara resmi mengakhiri perjalanan kariernya bersama Timnas Argentina setelah membela negaranya dalam 208 pertandingan dan mencetak 126 gol. Momen perpisahan ini diwarnai emosi mendalam, di mana Messi menyebutnya sebagai salah satu hal terindah sekaligus hari paling menyedihkan dalam kariernya.

Pertandingan terakhir Messi bersama Argentina berlangsung dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Argentina. Pertandingan yang dijuluki “tango terakhir” ini berakhir dengan kemenangan meyakinkan 3-0 untuk La Albiceleste. Messi turut menyumbang satu gol melalui tendangan penalti pada menit ke-71, serta memberikan dua assist untuk gol yang dicetak oleh Nicolás Otamendi dan Nico Paz.

Momen paling emosional terjadi setelah pertandingan usai. Di hadapan ribuan suporter yang memadati Stadion Monumental, Messi menyampaikan pidato perpisahannya. Ia mengungkapkan betapa berartinya bermain untuk tim nasional Argentina baginya. “Saya ingin terus datang kembali selamanya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada Anda. Yang paling indah,” ujar Messi.

Stadion Monumental memiliki makna historis bagi Messi, karena di sinilah ia mencetak gol internasional terbanyak sepanjang kariernya bersama Argentina, yaitu 19 gol. Stadion ini juga menjadi saksi perayaan kesuksesan Argentina setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Kenangan manis inilah yang kembali terlintas di benak Messi saat mengucapkan salam perpisahan. “Saya mengalami salah satu hari paling bahagia dalam karier saya di sini, hari ketika kami kembali untuk pertandingan pertama setelah Piala Dunia,” kenangnya. “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang saya saksikan hari itu; itu adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya.”

Pernyataan Messi tersebut semakin membuat suasana di Stadion Monumental dipenuhi haru, terlihat dari air mata yang mengalir di wajah para penonton dan rekan-rekan setimnya. Namun, Messi kemudian mengakui sisi lain dari perpisahan ini. “Tak pelak lagi, sekarang saya menghadapi hari paling menyedihkan dalam karier saya: mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional,” lanjutnya dengan suara bergetar. “Selamat tinggal kepada kalian semua. Saya akan merindukan kalian; saya akan merindukan membela warna tim nasional, tetapi sekarang saya akan berada di sana bersama kalian, mendukung para pemain ini dan semua yang datang setelah mereka. Selalu, selalu bersatu.”

Sebelum momen perpisahan itu, Messi tetap menampilkan performa istimewa di laga terakhirnya. Meskipun sempat gagal memanfaatkan beberapa peluang, ia berhasil mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-71. Tendangan kaki kirinya menghujam sudut atas gawang Benin, disambut gemuruh tepuk tangan dan teriakan nama sang bintang. Messi juga berperan penting dalam terciptanya dua gol lainnya melalui umpan sepak pojok dan umpan terukur.

Pertandingan ke-208 Messi bersama Argentina ditutup dengan statistik impresif: satu gol dan dua assist. Setelah peluit akhir dibunyikan, langit di atas Stadion Monumental dihiasi pertunjukan drone yang menampilkan kilas balik perjalanan karier Messi, termasuk momen ikonik saat ia mengangkat trofi Piala Dunia 2022. Stadion ini pun menjadi saksi bisu akhir dari 21 tahun perjalanan gemilang Messi bersama timnas Argentina, yang juga dihiasi dua gelar Copa America.